Kawasan Wisata Kali Biru Warsambin

Waigeo, Raja Ampat

No Responses/5



Kalibiru merupakan lokasi wisata air yang tak boleh dilewatkan saat plesiran di Raja Ampat. Sungai yang airnya sebiru kristal ini menyimpan sederet keistimewaaan alam dan sarat legenda. Terletak di pedalaman hutan Kampung Wasandim, Teluk Mayalibit, dasar sungai yang berisi bebatuan besar itu  bisa dilihat dengan mata telanjang, tanpa harus menyelam.

Kedalaman sungai diperkirakan sekitar 5 meter lebih, sementara di beberapa bagian sungai kedalamannya mencapai 2-3 meter. Arus sungai terbilang tenang.

Keistimewaan lainnya adalah suhu air. Walaupun terpapar sinar matahari, suhu air sungai sekitar 10-20 derajat Celcius. Buktinya? Saat dimasukkan ke dalam botol, niscaya air sungai ini berembun seperti baru diambil dari lemari pendingin. Air ini juga bisa langsung diminum sebab berasal dari sumber mata air pegunungan.

Tapi beda cerita suhu di bagian muara sungai. Suhu air di sana terbagi dua, ada yang sedingin es dan air hangat. Ditilik secara ilmiah, hal itu bisa terjadi akibat sebagian sungai terpapar sinar matahari, sementara separuhnya lagi tertutupi pepohonan yang lebat.

Ternyata awalnya, wisatawan tak diperbolehkan berenang di sungai dengan arus tenang itu. Baru pada tahun 2016, wisatawan diperbolehkan berenang dengan sejumlah imbauan untuk menjaga kelestarian aliran sungai dan alam sekitarnya. Apa saja? Di antaranya waktu berenang tak lebih dari 30 menit, hindari pula pemakaian produk perawatan kulit. Mandi dan mengganti pakaian di toilet.

Meski diperbolehkan berenang di sungai,wisatawan tidak diizinkan berenang di mata air yang terletak di dekat Kalibiru. Selain demi menjaga kemurnian air, juga bentuk penghormatan kepada leluhur.

Popularitas Kalibiru juga erat dengan legenda masyarakat setempat. Bagi Suku Mayalibit, Kalibiru merupakan salah satu tempat sakral. Dikisahkan dahulu kala sebelum pergi berperang, para prajurit berendam di sungai agar lebih kuat untuk menaklukkan musuh. Legenda masyarakat lainnya menceritakan buaya putih yang tinggal di sungai ini akan menampakkan wujudnya sebagai petunjuk ada masyarakat yang melanggar hukum adat.

Kalibiru juga punya sebutan yang berbeda-beda di masyarakat setempat. Beberapa penduduk menyebutnya dengan Waiyal. Wai berarti “air”, sementara Yal artinya “tahu apa yang terjadi esok hari”. Penduduk lainnya menamai Kalibiru dengan Warabiar. Dalam bahasa Papua, Warabiar artinya “jernih”.

Untuk menuju Kalibiru, butuh waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan speedboat dari Waisai, ibu kota Raja Ampat. Dari muara tempat kapal bersandar,wisatwan bias lanjutkan dengan trekking ke dalam hutan selama 30 menit. Jangan khawatir jalan yang ditelusuri bukanlah hutan rimba, pengelola kawasan telah membuat jalur setapak yang memudahkan wisatawan. Biaya masuk ke Kalibiru dibanderol sekitar Rp 100.000 – Rp 250.000 per orang.

360° Media

Gallery

Explore

3D Tour

Downloads

0 0 vote
Article Rating
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments